[Sajak-sajak]
IQRO' L. FIRDAUS
Skrim Burung
seakan kudengar desis
serupa seekor burung putih
terbang murung
di udara
berbisik tentang hari-hari
tentang keadaan
yang menelanku
setiap detik
kau selalu mengusik
melenguh,
merengkuh,
mendesah.
Ah, entah apa yang kau tulis
tentang aku, aku tak peduli.
sekali lagi, hanya kudengar desis
bagai burung lepas
yang kabur ke hutan
Yogyakarta, 2007
Mata Langit
adakalanya menelisik dalamnya angan
sekilas saja mengepakkan sayap bagai burung terbang
arungi senyap gemuruh
menerawang kisahkisah musafir
mengintai kematian
diantara penyuntingan dedaunan
dan laut
adakalanya menguping prosa panjang
para pemulung
mengeluh lembar dadar
sebab matanya bergerai getir
menyobek bibirnya
kalau aku mau
aku bisa mengintai
sekarat laut dan tanah yang tak lagi berumput
lalu kubisikkan pada mereka
yang takut akan kematian
Yogyakarta, 2008
Elusan Waktu
yang menyeretku meninggaki kutub utara
dimana ia menggigilkan hasrat masa silam
yang pingin memerahkan langit kelak
tapi di awan ini angin mendengkur menangis
ingin menelusup ke gua-gua di bawah sana
melucuti wajah waktu yang keriput sawang-sawang
seperti perkataan tubuh ini
dirimu adalah kehidupan yang tampak mengenaliku
mengecup kening malam sunyi
saat itu bekas kecupanmu yang tak mungkin kucampakkan
betapa hampa ditampik waktu
lenyap dengan sayap berdarah
Yogyakarta, 2007
Irama Pemerkosaan
erangan gitar melangit di telinga
terkatup matanya
yang terkubur di rumah
ia menciumku
menjamahku
mengulum puting susu yang tak perawan
baru saja aku mendengar
rintihnya mampir di jantung
sekedar menyanyi, menurutku
ya, sedekat menyentil bulu roma
lalu pergi ke tempat lain
tapi tatapmu anggur
yang menetralkan kecut
hingga hujan membekukan matahari
Yogyakarta, 2007
Setelah Aku Menyuntingmu
:Riyupita
setelah aku menyuntingmu
relakanlah mengecup keningku
biar tak menjadi kelelawar
menaburkan bercah-bercah jambu
di kamarmu dan kamar mereka
setelah aku menyuntingmu
sekaplah wajah zulaikha
di ketiak malam
biar aku hanya menepikanmu
saat musim mulai pasang
Yogyakarta, 2008
Nyanyian Kayu Bakar
Maka jangan kau tabur kapur
dengan perasaan arang
di benakku
sebab telah kubangun suara menujumu
yang tak bisa digosongkan oleh bara
bahkan manusia yang lebih dariku
luangkan untuk bermimpi mejadi laut
menjadi surga percumbuan ikan dan karang
seperti mimpiku meluluhkan besi:
lihatlah sabit dan kapak tajam itu
adalah dunia
yang kucobak-cabik
lalu kugambar bagian-bagiannya
secantik kupu-kupu
Yogyakarta, Des. 2007
12 February 2008
skrim burung
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





0 comments:
Post a Comment