12 February 2008

skrim burung


[Sajak-sajak]
IQRO' L. FIRDAUS


Skrim Burung

seakan kudengar desis
serupa seekor burung putih
terbang murung
di udara
berbisik tentang hari-hari
tentang keadaan
yang menelanku

setiap detik
kau selalu mengusik
melenguh,
merengkuh,
mendesah.

Ah, entah apa yang kau tulis
tentang aku, aku tak peduli.

sekali lagi, hanya kudengar desis
bagai burung lepas
yang kabur ke hutan

Yogyakarta, 2007


Mata Langit

adakalanya menelisik dalamnya angan
sekilas saja mengepakkan sayap bagai burung terbang
arungi senyap gemuruh

menerawang kisahkisah musafir
mengintai kematian
diantara penyuntingan dedaunan
dan laut

adakalanya menguping prosa panjang
para pemulung
mengeluh lembar dadar
sebab matanya bergerai getir
menyobek bibirnya

kalau aku mau
aku bisa mengintai
sekarat laut dan tanah yang tak lagi berumput
lalu kubisikkan pada mereka
yang takut akan kematian

Yogyakarta, 2008



Elusan Waktu

yang menyeretku meninggaki kutub utara
dimana ia menggigilkan hasrat masa silam
yang pingin memerahkan langit kelak

tapi di awan ini angin mendengkur menangis
ingin menelusup ke gua-gua di bawah sana
melucuti wajah waktu yang keriput sawang-sawang

seperti perkataan tubuh ini
dirimu adalah kehidupan yang tampak mengenaliku
mengecup kening malam sunyi

saat itu bekas kecupanmu yang tak mungkin kucampakkan
betapa hampa ditampik waktu
lenyap dengan sayap berdarah

Yogyakarta, 2007



Irama Pemerkosaan

erangan gitar melangit di telinga
terkatup matanya
yang terkubur di rumah
ia menciumku
menjamahku
mengulum puting susu yang tak perawan

baru saja aku mendengar
rintihnya mampir di jantung
sekedar menyanyi, menurutku
ya, sedekat menyentil bulu roma
lalu pergi ke tempat lain

tapi tatapmu anggur
yang menetralkan kecut
hingga hujan membekukan matahari

Yogyakarta, 2007

Setelah Aku Menyuntingmu
:Riyupita

setelah aku menyuntingmu
relakanlah mengecup keningku
biar tak menjadi kelelawar
menaburkan bercah-bercah jambu
di kamarmu dan kamar mereka

setelah aku menyuntingmu
sekaplah wajah zulaikha
di ketiak malam
biar aku hanya menepikanmu
saat musim mulai pasang

Yogyakarta, 2008


Nyanyian Kayu Bakar


Maka jangan kau tabur kapur
dengan perasaan arang
di benakku

sebab telah kubangun suara menujumu
yang tak bisa digosongkan oleh bara
bahkan manusia yang lebih dariku

luangkan untuk bermimpi mejadi laut
menjadi surga percumbuan ikan dan karang

seperti mimpiku meluluhkan besi:
lihatlah sabit dan kapak tajam itu
adalah dunia
yang kucobak-cabik
lalu kugambar bagian-bagiannya
secantik kupu-kupu

Yogyakarta, Des. 2007

0 comments:

 

Ruangnya Ruang. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com