yang terkubur di bibirmu
adalah genangan air mata laut
yang tumpas saat aku menirai ombak pasang
dan sebuncah serpihan itu melenguh kalut
kadang melolong panjang
memintanya untuk utuh bersatu
meminta kita berpandangan
lalu saling suap
apa yang tersurat ini
lantaran udara di dada gemetaran
hamparan himne menyilet hingga tulang
membuat wajah beku memucat
12 February 2008
sajak untuk kalian
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





0 comments:
Post a Comment