[Sajak-sajak]
IQRO' L. FIRDAUS
Namamu Berguling Bersama Boneka
:Amelia (tang ponakan)
masih kugenggam getar sedih
yang meloncat dari tawamu
saat kau terjaga dari tidurmu
lalu menendangku sembari menangis
namamu belum tersulam di kalender
hingga belukar kamar harus tercerai berai
dari perancukan ribuan akar
untuk retasnya rerimbun warna
tangisan bukanlah air mata
sebab kami sadar ketika mencongkel
dua bola matamu
juga lilitan alismu yang terperas
ada isyarat gelak yang akan segera selesai
Madura, 2008
Mata
kilaumu mengintip di bilik daris janur
pada kelipatan tujuh
dedaunan terpoles
setelah terik menggosongkan napas terkelupas
dan kulit menjadi terpilah belah
bukan bisikan menggaung
pada deretan rumahrumah
merangsang cecak bersuara putusputus
tapi kilau itu memulaskan pepohonan
yang tersapu angin
hingga bebatuan menjadi rumah katak
dan tibatiba kedipmu kau jadikan ayatayat
untuk kubaca di jalanan
Yogyakarta, 2008
Narasi Sebuah Pesta
pada siuman daun jati dan talas
wajahnya bisa kau jilat
yang sejak bulan lalu
kau hanya teguk segelas tuba
dan seruncut janur biru
bahkan reranting kecil
menjadi percumbuan semusim
tapi tak ada keluh
membentangkan basah tanah
meski reruntuhan air
terperas jauhjauh kedalam tanah
sebab hari ini adalah lebaran
setelah musim terkatup puasamu
dalam sejarah daun tape
Yogyakarta, 2008
Kau Mencintai Dirimu
/I
aku tak akan bercerita padamu
bagaimana bibir pagi dan malam
menghitung garisgaris wajah tersenyum
sebab,matamu akan lelah
di sepanjang pulangku
kau ingin meraba salju
dingin dan lembut seperti aku
tapi ibumu sudah lelah menyulam selimut
pada segenap tubuhmu
yang penuh pasung bagai bui
/II
bergelepar dan berkicau di sangkar
bukan untuk luka
meski mencintai burungburung terbang
kau harus mencintaimu dalam sangkar
aku hanya memintamu untuk
menyebrang gairah sungai imajinasi
hingga membentur kegilaan bersama tuhan
Yogyakarta, 2008
Sayonara Tak Selesai
gaung malam merindingkan dinding
gemanya memanjang
suara cecak tersendaksendak
pada tenggorokan petang legam
bagai tatapan beringsut
bila ada suara kematian
melesak dalam nafas klitoris
tubuhnya berbau kemenyan
tak bisa termuntahkan
hingga suaranya menyergap
seranggaserangga yang bercumbu denganku
serangga dan aku
hanya mati ketika malam
Yogyakarta, 2008
Selesat Rorokat
seperti putraku menanam katakata
di kening matahari
suaranya menciptakan awan menggantung
biar langit mengguyurkan keringatnya
pada sebuncah padi
seperti putraku melukis bulan syura
tentang dongeng hantuhantu
yang datang saat padipadi
menyusu pada puting langit
jemarinya memanjati lidah petir
membangunkan malaikat yang malas
dengan bubur berbagai benih bebijian
Madura, 2008
Angin
aku merindukan tubuhmu
yang tak bisa kubayangkan
dengan wajah
kecuali dengan denyut benakku
Yogyakarta, 2008
05 February 2008
Namamu Berguling Bersama Boneka
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





0 comments:
Post a Comment