Kudengar Langkahmu,Sayang!
Vie……..aku menciptakan makan malam untuk kita lewat mimpi, lewat igau. Aku meraciknya dengan bumbu yang sebenarnya telah lama tersimpan di jantung. Biar lebih berselera, aku menaburkan butir-butir waktu dan ruang, dimana amat lama dan mungkin kau tak pernah merasakannya.
Vie……..maafkanlah aku, jika aku terlalu lancang untuk memberi suguhan yang tak pernah ada di hatimu. Sebab hatimu adalah air yang sejak dulu mengalir bersama helai rambutmu, kemudian menguap karena panasnya gejolak.
Sedang hatiku bukanlah air yang dulu kau idemkan, tapi udara yang akan melindungimu, merangkulmu, mengagumimu dan membawamu kemana saja. Sebab, makan malam nanti adalah epilog dari petualangan kita.
Layaknya permaisuri di istana, kau boleh mengajakku bersulang di balairung, lalu memberi makan ikan di taman, mengambil seberkas cahaya bintang sebagai sulam di matamu, setelah itu kita boleh mampir ke Firdaus memesan kamar pada jibril, dan kalau kau mau kita melihat misteri di gua, mandi di kolam remang-remang atau belajar terbang di pekarangan.
Vie……..tak terhitung aku telah membunuh perasaan ini. Namun, ia tetap mengalir dalam darahku. Betapa semua tak mempedulikanku terjatuh di paviliun yang sunyi. Tapi aku mencoba bertahan, karena aku adalah lelaki yang mencintai desir, tak boleh berkeluh dan menangis.
Aku terus berharap dan tetap mencintaimu. Menanti untuk mengalir ke darahku. Tapi sayang, kau lari berputar-putar di alur antara aku dan dia. Aku mulai sangsi dengan harapan.
Vie……..setiap langkahku adalah untuk mengejar hidup. Mengejar sesuatu yang aku suka dan unik. Kutantang hidup, kutaklukkan hidup dan kemudian ia selalu bangkit untuk menantangku dengan beribu-ribu kecaman dan semacamnya. Namun demikian aku selalu menerima tantangan itu dalam pertempuran. Sebab aku mencintai hidup.
Kamu pasti mengira aku akan berakhir dan mati dalam pertempuran itu. Tapi sayang anggapanmu salah, sebab bayang-bayang masih menemaniku.
Sebenarnya aku rela mati dan mati yang kupilih diantara dilema, antara harus kubenci hidup dan mencintai orang selain dirimu.
Vie…….taukah? kau hidup itu.
Madure, Settong Maret 2008




