[ Sajak-Sajak ]
Iqro’ eL. Firdauz*
: Rini Yuspita
Bonanza
aku membayangkan segalanya manut
tak ada pertanyaan,hingga kita selalu berpasangan
sekalipun tak saling sentuh
bayangan itu benar-benar datang
meruntut rantai patah-patah
hinggap pada labirin
jatuh pada jantung yang kering
aku menemukan hidup
pada hidupmu kutemukan
yang telah kukenal dengan denyut
engkau pulang untuk menemuiku
merekatkan tubuhmu
meski jejak-jejak sandalmu kau hilangkan diam-diam
agar tak ada euforia di kedalaman jantungku
bisikku lambat kau dengar,
peganganmu yang erat perlahan kau lepaskan
untuk menyambut jemariku
dengan denyut yang sebenarnya untukku
Yogyakarta, 2008
Menyambut Hening
: yang telah kuciptakan dari kata-kata
kuambil huruf-hurufnya dari sumsum yang ranum
kau baca untukku
kutulis untukmu
dulu adalah serpihan kata
yang pucat dan menggigilkan
tapi terpaksa kutulis lewat paragraf hiperbola
kutulis untuk kupoles
o, mengapa perempuan-perempuanku
berlenggang seperti paduan suara
tanpa kuberi isyarat
tanpa kupandu
Yogyakarta, 2008
Mengendusmu Dari Langit
sayat suaramu makin kupastikan
betapa setia kau cuci anak-anakmu
betapa setia kau elus lakimu dengan namamu
yang tertanam di payudara
sekarang makin kumengerti
engkau demikian mencintai hujan
maka aku mengirimmu hujan di persimpangan
untuk menyuntingmu
dan kau bisa mencintaiku
engkau mencintai sebuah musim hujan
aku mengajakmu keluar ruangan diam-diam
tiba-tiba kita telah basah
saling suap mimpi mendung
sebelum ranum menjadi hujan
Yogyakarta, 2008
Lalu Kau Mandi
:ita
lalu kau mandi
dalam perjamuan
dalam percakapan
selesai suntuk
kudengar titahmu yang lain
padahal telah kusiapkan altar
pada titahmu yang pertama
juga balairung
agar sarapan pagi amat teduh
ketika aku disampingmu
lalu kau mandi
setelah persetubuhan kita
menyibak sesuatu
di tengah-tengah tatapan kita
Yogyakarta, 2008
Segalanya Terasa Mungkin Membiru
percakapan ini memeluh nanar,sayang
harus kunamai apa musim yang sebenarnya ini
tiba-tiba ada hujan di kepala
sebentar terganti sebuah kegosongan
yang menderai deru
tahukah siapa yang memberi hujan
pahamkah siapa yang mengirim oase
hingga terasa kering
amat kering
aku tak bisa mencintaimu
juga membencimu
aku membencimu untuk kucintai
aku mencintaimu dengan kebencianku
mencintaimu dengan denyutku
membencimu dengan kulitku
Yogyakarta, 2008
Sebenarnya Kau Tak Ada
ada aku
ada kau
ada aku
tak ada kau
tak ada kau
kau terus tak ada
aku ada
sebenarnya tak ada kau
ketika aku harus ada
Yogyakarta, 2008




